TNI AL Sampaikan Permohonan Maaf Insiden Dugaan Penganiayaan Talaud, Janji Proses Hukum Transparan

Berita Utama, Manado353 Dilihat

Manado, Jurnal6.com

Dugaan pengeroyokan seorang warga Talaud oleh oknum TNI Angkatan Laut Melonguane yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (22/1/2026) nyaris berujung kerusuhan. Beruntung Pemerintah Kabupaten Talaud dan tokoh adat dan internal TNI AL cepat mengambil langkah pencegahan.

Menindaklanjuti kasus itu, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Manado menegaskan bahwa TNI AL tidak menolerir bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh personil mereka.

“Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak mentolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL,” tandas Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Komandam Kodaeral VIII Manado dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Dikatakannya, kejadian itu menjadi bahan evaluasi mereka dalam melaksanakan pembinaan kepada seluruh anggota TNI AL.

“Saat ini, oknum-oknum TNI AL yang terlibat langsung dengan kejadian ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer TNI Angkatan Laut dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Menurut Danlanal, situasi di Melonguane telah kembali kondusif. Komandan Lanal Melonguane telah menyerahkan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban.

Danlanal Melonguane juga telah melakukan koordinasi dan mediasi dengan Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga korban untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, namun proses hukum tetap berlanjut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk tetap tenang. Kami memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum aparat TNI AL tersebut dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.(jrl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *