Satu Tahun Kepemimpinan Thungari–Bulahari Resmikan Sejumlah Infrastruktur Strategis

Sangihe353 Dilihat

Sangihe, jurnal6.com

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Ibadah Syukur Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, Jumat (20/2/2026), di Gedung Olahraga (GOR) Membara Kelurahan Manente.

Momentum syukur tersebut dirangkaikan dengan peresmian GOR Membara, Rumah Singgah, Jalan Poros Panenteng Kawasan Puncak Lose, serta Jembatan Tolendano. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan visi Sapta Membara (Pitu Makawantuge) melalui pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam satu tahun perjalanan pemerintahan, berbagai tantangan berhasil dilalui dengan fokus pada penguatan reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan penyelesaian program strategis daerah.

Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Melanthon Herry Wolff, para Asisten Setda, pimpinan OPD, serta jajaran TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari yang kini berusia 37 tahun merefleksikan awal masa kepemimpinan yang diwarnai berbagai tantangan. Ia mengakui, pada awal pemerintahan sempat muncul keraguan terhadap kapasitas pasangan muda dalam memimpin daerah di tengah dinamika politik serta kebijakan efisiensi anggaran.

“Banyak yang meramal ‘bocil-bocil’ ini tidak akan sanggup memerintah di tengah hiruk pikuk politik. Namun satu tahun ini kami lewati dengan penuh percaya diri. Harmonisasi kami seperti Upin dan Ipin; jika pemimpinnya rukun, ASN tidak akan terbebani dalam bekerja,” ujar Thungari, disambut tepuk tangan hadirin.

Salah satu capaian yang disoroti adalah penyelesaian pembangunan GOR Membara yang sebelumnya mangkrak, dengan nilai fondasi mencapai Rp15 miliar. Di bawah kepemimpinan pasangan Thungari-Bulahari (TUARI), pembangunan berhasil dirampungkan hanya dengan tambahan anggaran sekitar Rp9 miliar.

“Dengan anggaran Rp9 miliar, kita mampu menyelesaikan pembangunan yang nilai asetnya kini setara Rp25 miliar. Gedung ini dapat menampung hingga 3.500 orang dan menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara,” jelasnya.

Selain GOR Membara, pemerintah daerah juga meresmikan Rumah Singgah bagi warga kepulauan, pembangunan Jalan Lose, serta Jembatan Tolendano sebagai bagian dari upaya pemerataan konektivitas antarwilayah.

Di sektor ekonomi, Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat pertumbuhan sebesar 7,7 persen pada tahun 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara yang berada pada kisaran 7,2 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa Sangihe turut menyumbang surplus pertumbuhan ekonomi bagi Sulawesi Utara. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat yang terus menjaga kerukunan,” ungkap Bupati.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dan stabilitas tata kelola pemerintahan berdampak langsung terhadap geliat ekonomi daerah.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Bupati juga mengumumkan bahwa GOR Membara dapat digunakan secara gratis untuk kegiatan keagamaan, termasuk ibadah dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

“Silakan digunakan secara gratis untuk kegiatan keagamaan, dengan ketentuan biaya listrik ditanggung secara mandiri. Namun untuk kegiatan olahraga bersifat komersial yang menjual tiket, akan dikenakan kontribusi wajar guna pemeliharaan gedung,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat Muslim di Sangihe.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan krisis listrik dan air bersih sebagai prioritas utama pada tahun kedua kepemimpinan bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari.

Dengan fondasi harmonisasi kepemimpinan dan percepatan pembangunan yang telah dibangun, pasangan TUARI menatap tahun kedua dengan agenda yang lebih menantang, yakni memastikan layanan dasar dan infrastruktur benar-benar dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat kepulauan. (Ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *