Disperindag Pastikan Stok Bahan Pokok di Sangihe Aman Selama Ramadhan dan Jelang Idul Fitri 1447 H

Sangihe304 Dilihat

Sangihe, jurnal6.com

Memasuki Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, ketersediaan barang kebutuhan pokok di Kabupaten Kepulauan Sangihe dipastikan tetap aman dan terkendali.

Berdasarkan pantauan kontributor pasar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Kepulauan Sangihe yang rutin melakukan monitoring harga, khususnya di Pasar Rakyat Towo’e, stok bahan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga menjelang hari raya Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disperindag Daerah Kepulauan Sangihe, Treenov Ponto, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).

“Kami pastikan untuk ketersediaan barang kebutuhan pokok itu cukup tersedia. Memang dalam kondisi cuaca seperti saat ini, apalagi menjelang hari raya, baik Natal dan Tahun Baru maupun Idul Fitri, biasanya terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas. Hal ini bukan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok juga dipengaruhi faktor cuaca dan ketergantungan pasokan dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dimaklumi karena harga komoditas pada dasarnya bersifat fluktuatif.

“Sebagian besar pasokan barang kebutuhan pokok kita masih bergantung dari luar daerah. Jadi ketika terjadi kendala distribusi akibat cuaca, tentu berdampak pada harga,” jelasnya.

Terkait operasional Tol Laut, Ponto memastikan hingga saat ini masih berjalan normal sesuai jadwal. Berdasarkan koordinasi dengan operator, dalam hal ini PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), jadwal keberangkatan dan kedatangan tetap sesuai rencana.

“Untuk bulan Februari ini, kemungkinan menjelang akhir bulan kapal Tol Laut sudah akan merapat di Pelabuhan Tahuna,” tambahnya.

Adapun kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar–Tahuna adalah Kapal Logistik Nusantara II dengan kapasitas muatan sekitar 100 hingga 105 kontainer. Namun dalam beberapa kali kedatangan terakhir, jumlah muatan yang tiba belum mencapai kapasitas maksimal.

“Berdasarkan pemantauan kami, muatan yang datang berkisar antara 80 hingga 90 kontainer. Kemungkinan ada kendala pada ketersediaan kontainer di daerah asal,” pungkasnya.

Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan dan koordinasi guna memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Idul Fitri. (Ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *