Sangihe, jurnal6.com
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mendorong optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ir Reintje Tamboto, mengungkapkan bahwa sesuai arahan pemerintah pusat, distribusi beras SPHP harus diperluas ke seluruh daerah, termasuk di wilayah Kepulauan Sangihe.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan Cabang Bulog Tahuna agar secepatnya mendistribusikan beras SPHP ke toko-toko, outlet pangan, maupun ritel yang ada di Sangihe. Masyarakat harus bisa mendapatkan beras ini dengan harga sesuai HET, yaitu 62.500 rupiah per 5 kg,” ujar Tamboto, Rabu (6/8/2025).
Ia menegaskan bahwa beras SPHP tidak boleh dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena itu, pengawasan distribusi dilakukan cukup ketat. Untuk mempercepat penyaluran, Pemkab juga menyiapkan outlet atau kios pangan, dan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap hari kerja.
“Setiap Senin hingga Jumat, bahkan kadang Sabtu, masyarakat bisa membeli beras SPHP langsung di kantor Bulog. Untuk masyarakat kampung, GPM akan dilakukan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Ke depan, kami berencana membuka outlet pangan GPM di kantor Dinas Pangan, seperti yang dilakukan di beberapa kabupaten lain,” jelasnya.
Setiap lokasi GPM akan disuplai beras SPHP sebanyak 1 hingga 1,5 ton. Khusus untuk wilayah Kota Tahuna, Pemkab menyiapkan stok hingga dua ton. Tamboto menambahkan, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-80 RI, pihaknya akan menyediakan lima ton beras SPHP untuk GPM yang digelar pada 11, 12, 15, dan 18 Agustus 2025.
“Beras SPHP sudah tersedia di beberapa kios dan toko, terutama di Pasar Towo dan ritel seperti Megaria. Kami imbau masyarakat memanfaatkan program ini,” ujarnya.
Terkait kondisi ketahanan pangan, Tamboto memastikan stok beras di Kabupaten Sangihe masih aman untuk tiga hingga empat bulan ke depan. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 ton beras di gudang Bulog dan ditambah pasokan dari distributor lokal.
Namun demikian, Tamboto mengakui bahwa karena kebutuhan pangan masih sangat bergantung dari luar daerah, biaya logistik menjadi tantangan tersendiri.
“Kami bersyukur ada tol laut yang membantu menekan biaya distribusi karena menggunakan kapal milik pemerintah. Meski begitu, harga beras mengalami kenaikan, rata-rata antara Rp16.670 hingga Rp17.000 per kilogram. Begitu juga dengan komoditas lain seperti bawang merah, minyak kelapa, dan gula,” pungkasnya.(Ady)








