Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari Tinjau Gerakan Pangan Murah di Manente

Uncategorized386 Dilihat

Sangihe, jurnal6.com

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (19/3/2025) di Kelurahan Manente.

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ny Agnes Bulahari Walukow, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam menyediakan pangan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan membantu mereka memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Wabup Tendris Bulahari.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sangihe, Ir.Rentje Tamboto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang perayaan Idul Fitri. Hingga saat ini, kegiatan serupa telah digelar sebanyak lima kali di lokasi tersebut dan akan terus berlanjut di sembilan titik lainnya.

“Sebagai bagian dari program 100 hari, kami menargetkan 41 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bahkan, dalam kunjungan Bupati ke wilayah kepulauan, kegiatan serupa akan digelar di Kawaluso pada Jumat mendatang,” jelas Tamboto.

Ia menambahkan bahwa program ini juga membuka peluang bagi pengusaha lokal yang ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan bahan pangan murah bagi masyarakat.

Terkait komoditas yang harus dijaga kestabilan harganya di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, Tamboto menyebutkan bahwa terdapat 21 bahan pangan strategis yang menjadi perhatian, termasuk beras, minyak goreng, cabai, tomat, telur, dan daging.

“Dalam rangka pengendalian inflasi, kami berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan utama agar tidak terjadi disparitas harga yang tinggi di pasaran,” pungkasnya.(Ady)