Sales Cantik Feni Ere Ditemukan Tinggal Tengkorak di Hutan, Diduga Dibunuh di Dalam Rumahnya

Berita Utama, Hukrim84 Dilihat

Palopo, Jurnal6.com

Penemuan tengkorak manusia di Palopo hebohkan jagad maya. Penemuan tanpa sengaja itu akhirnya menguak tabir hilangnya Feni Ere, gadis cantik berusia 27 tahun.

Penemuan kerangka manusia itu berawal saat sejumlah pemuda mampir di

Kilometer 35, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Palopo pada 10 Februari 2025.

Saat itu mereka melihat anak tangga terletak sebuah lobang. Saat mereka mendekat, tiba-tiba ada seekor ayam hutan terbang dari dalam lobang. Mereka pun memeriksa lokasi awal terbangnya ayam hutan itu.

Betapa terkejutnya mereka melihat tengkorak manusia tergeletak di tempat itu. Sekelompok pemuda itu memberitahukan temuan mereka kepada warga, dan warga melaporkannya ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan awal, diduga mulut dan leher korban sempat diikat oleh pelaku. Sebab saat ditemukan ada kain atau tali yang melilit bagian mulut dan leher.

Akhirnya, berdasarkan hasil uji forensik dan informasi dari keluarga, tengkorak manusia terindentifikasi seorang perempuan bernama Feni Ere (26) yang berprofesi sebagai sales mobil Honda.

Meski sudah ada klaim dari keluarganya, namun pihak kepolisian harus melakukan uji DNA untuk memastikan identitas jasad itu.

Menurut Parman, ayah Feni, ketika puterinya hilang kontak, dia langsung mengecek anaknya di rumahnya. Namun sesampainya dia di sana, rumah dalam keadaan terkunci. Beberapa kali dia memanggil korban, tidak ada sahutan.

Akhirnya dia mendobrak pintu rumah itu. Di dalam rumah dia menemukan tetesan darah. Setelah memeriksa sampai ke dalam kamar, dia menemukan banyak darah di dalam.

Dari bukti yang ditemukan keluarganya, diduga Feni adalah korban pembunuhan sadir. Dia sudah diserang dan dibunuh pembunuhnya di dalam rumahnya, lalu mayatnya dibuang di hutan Palopo.

Feni Ere adalah warga kelurahan Pongsimpin, Kecamatan Wara Utara, kota Palopo, Sulawesi Selatan. Dia sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polres Palopo pada 27 Januari 2024.

“Tapi Polisi mengatakan, tidak usah cari kakakmu, dia sudah dewasa, mungkin dia lari sama pacarnya’,” ungkap Futri, adik Feni, seperti dikutip dari berita Surya, menirukan kalimat dari oknum polisi Polres Palopo.

Pihak keluarga sempat membawa bukti celana milik Feni yang ditemukan keluarga, penuh dengan darah setahun lalu. Hanya saja kata Futri, tidak ada tindak lanjut dari Polres Palopo. “Mereka, tetap cuek, meski sudah ada bukti,” bebernya.

POLRES PALOPO BANTAH

Polres Palopo membantah isu kalau pihaknya tidak serius menangani laporan ini. Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad Aidid, mengungkapkan, kasus hilangnya Feni dan penemuan kerangka mayat Feni, masih dalam tahap penyelidikan.(jrl/tim)