Salam Perpisahan Srikandi Pemimpin Unsrat Manado 2 Periode

Manado1398 Dilihat

SENJA mengajarkan kita banyak hal, jika keindahan itu tidak hanya nampak di awal namun juga pada bagian akhir. Senja mengajarkan saat pamitpun tetap terasa indah tanpa ada kesedihan. Inilah yang mungkin dapat digambarkan saat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat, MSc DEA IPU ASEAN Eng, akan mengakhir masa jabatannya sebagai rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Tidak terasa srikandi pemimpin Unsrat ini sudah menyelesaikan tugasnya selama 2 periode terhitung sejak periode pertama tahun 2014-2018 dan 2018 hingga sekarang dengan masa perpanjangan jabatan di akhir periode sambil menanti ditetapkannya rektor definitive yang baru.

Harus diakui, selama masa kepemimpinan Rektor Prof Ellen Kumaat, Unsrat boleh dibilang mengalami masa-masa keemasan.

Dari yang tidak begitu dikenal menjadi begitu terkenal baik secara nasional hingga internasional. Prestasi demi prestasi telah diraih hingga puncaknya menerima status Akreditas Unggul sejajar dengan perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia.

Peningkatan mutu akademik hingga kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri, dalam rangka menuju world class university juga membuahkan hasil yang menggembirakan.

Untuk Indonesia, Unsrat harus diakui telah memiliki branding yang sangat bagus. Gagasan Unsrat menjadi kampus Unggul dan Berbudaya telah diwujudkan Rektor Prof Ellen Kumaat. Pembangunan sarana dan prasarana kampus dari yang semula kelihatan biasa kini menjadi luar biasa dengan tampilan modern dan indah.

Menjadi kampus incaran generasi muda calon mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, dibuktikan dengan membludaknya pelamar dari tahun ke tahun.

Meski demikian, waktu juga yang akhirnya memisahkan karena Prof Ellen akan segera mengakhiri masa jabatannya. Diapun dengan perasaan haru mengungkapkan terima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan oleh semua jajaran di Unsrat sejak awal menjabat sebagai rektor.

Selama menjadi rektor, kata Prof Ellen, ia merasakan betul bahwa kepemimpinan harus bersifat kolektif. Sebab, apa pun kebijakan universitas harus didukung oleh fakultas yang dipimpin oleh dekan dan semua yang terkait di dalamnya.

“Tidak mungkin Rektor punya prestasi sendirian jika tidak didukung oleh seluruh civitas akademika Unsrat. Mimpi besar itu hanya tinggal cita-cita. Kepemimpinan ini saling mengingatkan dan saling mendukung, itulah yang saya sangat syukuri hingga akhir kepemimpinan,” tuturnya.

Ditambahkan pula, sudah 8 tahun lebih dirinya mengabdi sebagai pemimpin Unsrat. “Di kampus tercinta ini, bukan hanya tempat saya mengabdi tapi menjadi tempat saya belajar.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan. Tidak hanya dalam bidang-bidang kepemimpinan tetapi jauh dari pada itu yaitu bagaimana hubungan antar manusia. Ada suka dan ada pula duka namun semua bisa terlewati dengan segala baik,” ungkapnya.

Diapun berharap berbagai pelajaran hidup yang didapat ini dan sangat berharga tentunya bisa menambah kematangannya dalam melakukan aktifitas apapun dimasa-masa akan datang.

“Saya berterima kasih banyak kepada semua jajaran Unsrat, tanpa terkecuali. Selama ini sehingga saya banyak mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai harganya dan membuat saya semakin yakin bahwa jalan menuju kebaikan akan selalu terbuka lebar bagi siapapun yang ingin maju termasuk pemimpin Unsrat yang baru nantinya,” kata Prof Ellen.

Tetapi juga sejumlah pesan disampaikan Rektor Unsrat ini kepada pemimpin baru Unsrat. “Jagalah Unsrat dengan baik, nama baiknya, prestasi yang sudah ada terus dikembangkan, sarana dan prasarana pendidikan agar pembangunannya terus dilanjutnya serta terpenting adalah menjaga kerukunan dan kekompakkan seluruh civitas akademika Unsrat baik jajaran pimpinan, dosen, tenaga pendidik hingga mahasiswa,” pintanya.

Sedangkan untuk mahasiswa, diapun berpesan agar teruslah giat belajar, kembangkan kualitas belajar, kreatif dan inovatif dalam menghasilkan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan. Jangan pernah merasa bosan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. “Ini semua untuk kebaikan bersama di kampus tercinta Universitas Sam Ratulangi,” tukasnya.

Rektorpun mengungkapkan sejumlah pantun perpisahan sama dengan kebiasaanya selama ini yang diucapkan dalam berbagai kesempatan.

Cantik bulunya burung kutilang
Hinggap di pohon di waktu senja
Kampus Unsrat pasti gemilang
Asalkan kita terus berkarya
Pak Tani turun ke sawah
Sawah dicangkul ditanam padi
Walaupun kini kita berpisah
Namun Unsrat selalu di hati

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Pasti kita bertemu lagi

Katanya pula, mudah-mudahan ini bukanlah perpisahan untuk selama-lamanya, tapi yakinlah dirinya dan Unsrat akan selalu berhubungan dan berkolaborasi. “Saya pasti akan selalu ada buat Unsrat,” tutupnya haru. (*lla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *