Sangihe, jurnal6.com
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe mendapat suntikan fasilitas air bersih dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sangihe. Terkait hal ini, Dirut PDAM Sangihe Novilius Tampi mengaku, PDAM Sangihe siap meningkatkan pelayanan.
Diakui Tampi, fasilitas air bersih dari paket proyek di Dinas PUPR Sangihe bersumber dari Dana Pemulihan Ekonomi (PEN) ini, pihak PUPR selalu berkoordinasi dengan PDAM. Mengingat, PDAM tahu persis sumber air yang ada, mana yang besar, mana yang sudah dikelola dan yang belum dikelola.
“Kemarin PDAM ikut dengan PUPR sehubungan dengan adanya proyek pekerjaan yang bersumber dari dana PEN, pihak PU melakukan koordinasi terkait apa saja yang perlu di rehab ataupun di tambah untuk peningkatan fasilitas air bersih. Jadi rata-rata proyek yang akan dikerjakan saat ini merupakan sumber dari PDAM yang sudah ada seperti di Kecamatan Tabut,” kata Tampi.
Lanjut Tampi, terkecuali proyek pekerjaan dengan anggaran kecil seperti di Pulau Bebalang itu belum tentu akan di kelola oleh PDAM atau kampung. Tapi yang anggarannya besar ketika selesai pengerjaan itu sudah pasti akan dikelola PDAM.
“Karena berdasarkan dari sisi perpipaan yang berdiameter 6 dan 8 memang harus dikelola PDAM, karena harus ada pemeliharaan disitu. Seperti jika terjadi kebocoran dan lain sebagainya, otomatis PDAM yang harus membuatnya karena smua alat penyambung ada di PDAM,” ujar Dirut.
Ditambahkannya, selesai pengerjaan proyek nantinya PUPR akan serahkan ke PDAM untuk mengelolanya. Sementara untuk kegiatan penggantian pipa di Tahuna Barat Pasca bencana 2016 di tahun anggaran 2021 sudah selesai pengerjaannya.
“Untuk pengerjaan pergantian pipa tahun anggaran 2021 lalu sudah selesai dan masyarakat sudah bisa menikmati air bersih,” pungkasnya. (Ady)








