Pajak Parkir Megamas Tembus Rp240 Juta Masuk Kas Pemkot Manado

Manado276 Dilihat

MANADO, JURNAL6.COM – Mega Jasa Kelolah atau lebih dikenal dengan sebutan Megamas, merupakan kawasan bisnis terpadu yang memberikan kontribusi positif bagi laju sektor pengembangan pembangunan ekonomi di Kota Manado.

Kawasan yang terletak di area Businnes and Boulevard ini merupakan pemasok kontribusi salah satu pajak parkir terbesar di Kota Manado.

Itupun terbukti dengan setiap bulan sekira Rp 240 juta pajak parkir disetor kekas daerah Pemerintah Kota Manado. Apalagi didalamnya ada 16 persen lahan Pemerintah Kota Manado.

“Setiap bulan pajak parkir yang mereka setor sekira Rp 240 Juta,” ucap Kepala Bappenda Steven Rende SH MH melalui Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Lufry Gerungan SE. 

Menurut Lufry, pembayaran pajak parkir ini mereka bayar setiap bulan. Dan tahun 2021 lalu telah dibayar dari bulan Januari sampai Desember yang nominalnya bisa mencapai miliaran rupiah setahun. 

“Pajak parkir sebesar Rp 240 juta itu khusus bulan Desember 2021. Sedangkan Januari 2022 nanti dibayar pada bulan Pebruari 2022 ini,” pungkas Lufry. 

Sementara itu Walikota Manado  Andre Angouw mengemukakan sederet program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 yang akan diarahkan pada perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, agar mampu menopang perputaran ekonomi yang optimal.

Perbaikan kualitas pendidikan serta kesehatan merupakan aspek fundamental guna mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing dalam menopang ekonomi serta pembangunan perkotaan secara khusus.

“Pada sisi infrastruktur, penataan siginfikan bakal dilakukan Pemkot terutama pada titik-titik roda ekonomi serta pengembangan investasi di Kota Manado, di antaranya pengembangan kawasan pesisir Pantai Malalayang serta kawasan Boulevard on Business (BoB) Manado,” tukas Andrei.

Lebih jauh katanya, sebagai kawasan (BoB) Manado merupakan pusat perdagangan yang dibangun di atas lahan hasil reklamasi dengan luasan mencapai sekitar 67 hektare dan saat ini telah menjadi titik konsentrasi perdagangan perkotaan hingga destinasi terpadu bagi wisatawan di Sulut.

“Pengembangan BoB tersebut dilakukan oleh sejumlah pengembang sejak 1995, yang salah satunya adalah Benny Tungka selaku founder PT Megasurya Nusalestari dengan mendirikan kawasan bisnis terpadu yang dikenal dengan nama Megamas Manado. Sejauh ini, Megamas Manado merupakan kawasan hasil reklamasi terbesar dalam lingkup BoB dengan luas 36 hektare yang dianalogikan sebagai ‘telur emas’ di Kota Manado dengan beragam daya Tarik bisnis maupun pariwisata ” pungkasnya. 

Sementara itu Direktur Megamas Manado Amelia D Tungka mengatakan, langkah pengembangan dengan dukungan serta kolaborasi dengan Pemerintah Daerah terus dilakukan perusahaan agar kawasan tersebut selalu menjadi katalisator perekonomian Manado maupun Sulut secara luas.

“Megamas Manado secara prinsip memiliki konsep integrasi kawasan yang memfasilitasi masyarakat Sulawesi Utara, baik sebagai sumber lahan pekerjaan maupun sebagai tempat usaha serta leisure yang menjadi hal positif untuk perekonomian Sulawesi Utara,” tuturnya. 

Wanita enerjik inipun menambahkankawasan Megamas Manado, terdapat operasional 18 jaringan kantor Bank Nasional, Pusat Perbelanjaan, Hotel, Hunian Vertikal/ Apartemen, Kafe, Toko Ritel, Sarana Hiburan, serta kawasan Pusat Kuliner yang beragam. 

“Kawasan ini juga memiliki fasilitas olahraga darat maupun laut yang menyasar segmen keluarga,” ujarnya.

Ameliapun mengatakan pengembangan kawasan Megamas Manado masih terus berlanjut guna melengkapi pembangunan sebelumnya.

Saat ini, pengelola kawasan telah merealisasikan pembangunan ruko sebanyak 600 unit, yang 90% di antaranya telah terjual.

Bahkan dari lahan kavling siap bangun (KSB) seluas 11 hektare, 70% di antaranya telah disewakan untuk tenant food and beverage beserta kafe yang sebagian besar beroperasi penuh dengan brand nasional.

Di Prime Area yang terletak pada titik terdepan kawasan Megamas dengan luas3,7 hektare, terdapat Area Lagoon Megamas yang menjorok ke laut dan memiliki view laut 180 derajat. 

“Area ini merupakan titik terbaik untuk menikmati momen matahari terbenam pada sore hari,” pungkasnya.

Keberhasilan membayar pajak inipun perlu diberikan apresiasi karena situasi ekonomi sedang dalam proses pemulihan. Namun kawasan Mega Mass mampu membayar pajak retribusi ke Pemerintah Kota Manado.(Rogam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *