Sangihe, Jurnal6.com
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-597 Daerah Kepulauan Sangihe melalui Rapat Paripurna Istimewa sekaligus dirangkaikan dengan Upacara adat Tulude, sukses digelar Senin (31/1/2022).
Bupati Jabes Ezar Gaghana dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa di ruang DPRD mengatakan, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan DPRD, anggota DPRD Sangihe dan seluruh staff yang boleh menyelenggarakan rapat paripurna istimewa tersebut.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut, Forkopimda dan seluruh pihak serta masyarakat yang membantu mewujudkan Kabupaten Sangihe sebagai gerbang maritim Indonesia yang maju sejahtera dan mandiri.
Dalam perjalanan panjang Daerah Sangihe boleh memasuki usia ke 597 tahun. Beberapa penghargaan diterima Kabupaten Sangihe di tahun 2021 di antaranya, Penghargaan Harmony Award kepada Pemerintah Daerah dan FKUB, penghargaan WTP dari Menteri Keuangan RI, penghargaan muatan balik terbanyak kegiatan tol laut.
Ada juga penghargaan atas perlindungan sosial, penghargaan terbaik ketiga sebagai Pemerintah Daerah pengelolah dana desa lingkup Sulut tahun 2021, penghargaan atas inisiatif dan dukungan penuh dalam perlindungan sosial ketenagakerjaan non ASN, penghargaan dalam lomba PKK tingkat Provinsi sebagai terbaik pertama Kelurahan Tona Dua dalam lomba pola asuh anak dan remaja cinta kasih.
Kabupaten Sangihe juga mendapatkan terbaik kedua Kelurahan Manente lomba Hatinya PKK,dan terbaik ketiga kampung Hesang dalam lomba perilaku hidup bersih dan sehat, penghargaan sebagai kepala daerah pelaksana program sekolah penggerak angkatan kedua Provinsi Sulut Tahun 2021.
“Dalam momentum HUT ke-597 Daerah dan Upacara Adat Tulude 31 Januari 2022 ini, patutlah mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon untuk meluputkan dari pandemi Covid-19,” ujar Gaghana.
Di kesempatan lain juga, dalam sambutannya di Upacara Adat Tulude mengatakan, HUT Daerah dan Pesta Adat Tulude tahun ini dirasakan sangat istimewa karena dihadiri Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Sulawesi Utara, seluruh undangan terhormat serta dihadiri pula peserta sidang MPL Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).
Bupati juga mengatakan, Pesta Adat Tulude memiliki makna yang mendalam dan sakral karena didalamnya terkandung tiga hal penting.
Ketiga hal itu yaitu mensyukuri segala berkat dan anugerah Tuhan yang telah dikaruniakan sepanjang tahun yang baru berlalu, memohon ampun atas segala kesalahan serta semua dosa yang pernah dan telah dilakukan dalam perjalanan waktu menjalani hari-hari kehidupan di sepanjang tahun yang silam, menyerahkan dan memohon penyertaan Tuhan dalam kelanjutan hidup dan pengabdian ditahun yang baru yang sedang dijalani sekarang ini.
“Melalui HUT Daerah Kepulauan Sangihe ke-597 dan Upacara Adat Tulude 31 Januari 2022 kita mengucap syukur dan berteima kasih dalam rahmatnya dan memohon untuk meluputkan dari Pandemi Covid-19, karena itu hanya kepada Dialah kita memanjatkan syukur dan doa serta menggantungkan harapan,” ungkap Bupati.
Sementara sambutan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ,yang dibacakan Kepala BPPD Sulut Jetti Pulu, menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan kepada semua pihak yang telah menggagas dan mengupayakan terselenggaranya agenda konstruktif yang sangat nuansa religi dan pelestarian budaya.
”Upacara Adat Tulude merupakan warisan leluhur yang sangat menarik,Tulude merupakan warisan budaya yang penuh makna dan syarat nilai-nilai keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,sehingga Upacara adat Tulude merupakan harta yang tidak ternilai dari Tuhan di Masyarakat Nyiur Melambai terlebih khusus masyarakat Nusa Utara,” kata pulu
“Jika kita tidak melestarikannya maka Tulude akan punah, dilupakan dan hanya menjadi kenangan dalam catatan sejarah. Namun sebaliknya jika kita mengaktualisasikan dalam konteks pembangunan, maka pasti akan menjadi kekuatan pendorong dalam mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang maju dan sejaterah, serta menjadi sukacita dan kegembiraan dan kebanggaan tersendiri secara pribadi di tengah masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa sekaligus menyadari bahwa segala tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan ini. Menjadi sukacita pula Tulude hari ini kembali dapat dilaksanakan ditengah kondisi Covid-19 ,serta menyatukan Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat Kabupatem Kepulauan Sangihe,” paparnya.
Seluruh rangkaian Upacara Adat Tulude diakhiri dengan jamuan makan pesta rakyat dan pementasan grup musik maupun tarian budaya mulai dari penampilan anak-anak hingga orang dewasa serta diisi dengan pagelaran Masamper dan musik bambu.(Ady)














