oleh

Kayu Kelapa Sangihe Laris Manis di Pasar Indonesia

-Minsel-69 views

Sangihe, Jurnal6
Kurang terekspos di telinga masyarakat, ternyata kayu limbah kelapa asal Sangihe, banyak diminati pasar lokal Indonesia, bahkan Internasional. Hal ini akui Kepala PT Pelni Cabang Tahuna Hamdan Janis ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, muatan balik tol laut sejak awal tahun 2020 terus mengalami peningkatan hingga 40 kontainer, sehingga Kabupaten Sangihe mendapat penghargaan pengelolaan tol laut terbaik.

STA GINOSKO

“Dan setiap pengiriman muatan balik, kayu kelapa Sangihe tidak pernah absen dalam setiap trip. Dalam sekali trip, prodak tersebut itu bahkan bisa mencapai 20 kontainer, atau sekitar 400 ton sekali perjalanan,” beber Janis.

Menurut dia, selama ini ada sekira 6 pengusaha yang produktif mengirimkan kayu kelapa, memanfaatkan PT Pelni dari pelabuhan Tahuna menuju ke pelabuhan Surabaya.

“Namun, sesuai sejarah Door yang ada, biasanya pesanan mengarah ke Bali, Jepara dan Surabaya. Namun, untuk pengiriman ke surabaya biasanya barang dikelola untuk dikirim lagi ke Thailand, Singapore dan beberapa negara lain,” katanya.

Menurutnya, laris manis kayu kelapa Sangihe dikarenakan kualitas produk yang dinilai konsumen pasar sangat mumpuni, bahkan masuk dalam jejeran produk dengan kualitas terbaik.

“Bahkan dalam beberapa informasi, kayu kelapa yang dikirim dari Sangihe tidak hanya dijadikan bahan baku mebel, tapi ada prodak lain setelah dibuat bubuk,” ucapnya lagi.

Ditambahkan Janis, jika dengan fakta tersebut, seharusnya limbah kayu kelapa di Sangihe tidak lagi dibuang, tapi bisa dimanfaatkan.

“Sejauh ini, yang saya ketahui proses pencarian kayu kelapa sudah dilakukan hingga ke wilayah-wilayah pedalaman. Namun, tetap saja angkanya tidak menurun dari jumlah tersebut (400 ton, red). Maka seharusnya hal ini bisa dimanfaatkan masyarakat juga,” kuncinya. (Ady)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed