oleh

Pemkab Sangihe Sediakan 35 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Gelar Telekonfrensi Dengan 15 Bupati dan Wali Kota se-Sulut

Sangihe, Jurnal6
15 kepala daerah Kabupaten dan Kota se Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (31/03/2020) sekitar pukul 10.00 Wita melakukan Telekonferensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dalam percepatan penanganan penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Dalam Telekonferensi tersebut masing-masing kepala daerah menyatakan bagaimana kesiapan daerahnya dalam penanggulangan Covid-19, dan telah menjalankan instruktusi dari pemerintah pusat tentang penanganan Covid-19, serta mengungkap besaran jumlah masyarakat mereka yang termasuk golongan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan yang positif.

Tak terkecuali Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes Ezar Gaghana SE ME saat Telekonferensi, juga menyatakan hal-hal terkait di atas. Dalam keterangannya Bupati mengungkapkan bahwa saat ini Sangihe masih belum ada yang tergolong dalam PDP dan yang positif Corona.

“Kami tetap melakukan pengawasan di Pelabuhan Tahuna dan Bandara Naha. Juga sosialisasi dan menghimbau masyarakat, serta melakukan penyemprotan di tempat-tempat umum, ibadah dan rumah-rumah warga sampai siang tadi. Untuk saat ini Kabupaten Kepulauan Sangihe memliki 16 ODP, dan tidak ada PDP maupun yang Positif Corona. Dari 16 orang ODP, 6 di antaranya telah selesai melakukan karantina dan telah dinyatakan sehat. 10 orang lainnya telah seminggu menjalani masa karantina,” kata Bupati saat Telekonferensi.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati meminta kepada pemerintah provinsi untuk menambah jumlah tenaga kesehatan yang ada, dan juga telah menganggarkan 35 Milyar untuk penanganan Covid-19.

“Ada 35 Milyar dana yang kita geser untuk penanganan Covid-19. 15Milyar untuk menyiapkan sarana dan prasarana di rumah sakit, 9 Milyar di Rumah Sakit Liun Kendaghe sebagai tempat pemeriksaan awal dan transit, apabila terjadi sesuatu hal. 6 Milyar ke Rumah Sakit Liun Paduli sebagai rumah sakit penanganan apabila ada pasien yang positif, dan ada 20 Milyar dana stanby. Bersumber dari perjalanan dinas, dari dana bantuan hibah dan dari dana yang bisa dipakai yang tidak mendesak,” katanya. 

“Permasalahan yang kami hadapi di Rumah Sakit Liun Kendage, kami kekurangan tenaga medis. Dengan Dokter spesialis yang terbatas dan kami belum punya Dokter spesialis paru. Juga kami sangat terbatas dengan APD (Alat Perlindungan Dini), karena APD yang dibantu dari provinsi dari 105 APD, cuma 5 yang lengkap,” sambung Bupati dalam catatan laporannya kepada Gubernur Sulut.

Dirinya juga meminta, jika 10 ODP di Sangihe telah menyelesaikan masakarantina, agar Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat beraktivitas seperti semula lagi. Yakni dapat melakukan ibadah di Gereja dan Masjid, juga melaksanakan kegiatan belajar mengajar atau para ASN dapat bekerja seperti biasa kembali.

“Kalau 10 ODP ini sudah melewati masa karantina, berarti Sangihe bebas dari Covid-19. Dan kami meminta ijin kepada bapak Gubernur untuk melakukan karantina wilayah supaya tidak ada orang luar yang masuk ke Sangihe, sehingga dengan kondisi ini kami bisa melakukan aktivitas kemasyarakatan atau pemerintahan bisa seperti biasa kembali,” pungkasnya. (Ady)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed