Roso: Kebijakan Jokowi Pindahkan Ibukota Negara Untungkan Minsel

0
239

Amurang, Jurnal6
Kajian rancangan pemindahan Ibukota Republik Indonesia, usai. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) jadi pilihan Presiden RI Joko Widodo. “Pemerintah telah melakukan kajian-kajian negara lokasi ibu kota baru. Yang paling ideal adalah sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi di Istana, Senin, awal pekan ini.

Kepastian pemindahan ibukota negara di Provinsi Kaltim memicu beragam pendapat. Banyak yang mendukung, tak sedikit pula yang menolak. Salah satu dukungan datang dari pengusaha sukses Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara, Royke Sondakh.

Menurut pria yang akrab disapa Roso ini, Minsel sangat diuntungkan dengan kepindahan ibukota negara dari Jawa Barat ke Kaltim. “Secara geografis, Kabupaten Minsel sangat diuntungkan dengan kepindahan ibukota negara di Provinsi Kaltim. Sebab, akses dari Minsel ke Kaltim sangat dekat. Jalur lautnya pun sudah terbuka” kata Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Minsel, Kamis (29/8/2019).

Keuntungan yang akan diperoleh warga Kabupaten Minsel, jelas Roso, sangat banyak. Di antaranya terkait kebutuhan tenaga kerja, kontraktor, bahan makanan mentah dan makanan jadi (catering).

Soal tenaga kerja, kata dia, pembangunan ibukota baru pasti membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. “Saat proses pembangunan ibukota negara dimulai di Kaltim, pemerintah akan membutuhkan ribuan tenaga kerja. Keuntungannya, akses tenaga terampil dari Minsel  ke Kaltim tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan Jakarta, ibukota negara saat ini. Peluang ini harus diambil warga Minsel,” paparnya.

Selain tenaga kerja, tambah Roso, keuntungan akan diperoleh melalui hasil bumi di Minsel, seperti sayuran asal Modoinding dan buah asal Ongkau. “Kebutuhan bahan makanan di daerah baru itu pasti meningkat ratusan persen. Nah, Minsel adalah sentra penghasil sayuran, buah-buahan dan hasil bumi lainnya. Permintaan akan hasil perkebunan dan pertanian ini pasti sangat banyak. Ambilah peluang emas ini,”

Untuk bersaing harga, tambah Roso, Minsel akan menang. Sebab, jalur laut dari Minsel ke Kalimantan cukup dekat. “Kita punya pelabuhan. Jarak dari Minsel ke ibukota negara yang baru sudah dekat. Biaya pengiriman barang dari Minsel akan berkurang. Nah, di sinilah keuntungannya. Kita bisa bersaing harga dengan daerah lain yang lebih jauh,” ungkapnya.

Untuk menunjang keberhasilan persaingan warga Minsel, ujar Roso, butuh campur tangan pemerintah daerah. “Pemerintah harus menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia, red) warga Minsel agar mereka bisa bersaing. Caranya, salah satunya dengan mendirikan BLK (Balai Latihan Kerja,red) dan fasilitas penunjang lainnya,” tukas salah satu kandidat Bupati Minsel ini.

Jika kebutuhan ini mampu disediakan pemerintah, Roso yakin warga Minsel bisa bersaing dengan daerah lain. “Jika pemerintah berhasil memberdayakan masyarakat, visi menciptakan masyarakat Minsel yang sejahtera dan berdaya saing pasti akan tercapai,” pungkas Roso.(rul mantik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here