Kapolri Beber Empat Tokoh Nasional Terget Pembunuhan Perusuh

0
2236

Jakarta, Jurnal6 – Empat tokoh nasional yang jadi target pembunuhan, diungkap. Keempat tokoh itu yakni, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Jenderal Budi Gunawan dan staf khusus presiden bidang intelijen dan keamanan, Goris Mere.

Nama-nama ini diungkap Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019). “Mereka menyampaikan nama, satu, betul pak Wiranto, kedua pak Luhut Menko Maritim, yang ketiga itu adalah pak Ka-BIN (Budi Gunawan, red) dan yang keempat adalah pak Goris Mere, yang kelima adalah salah satu pimpinan lembaga survei, saya tidak mau sebutkan ya,” kata Tito.


Untuk mengantisipasi agar rencana jahat dari sekelomoik orang itu tidak tercapai, Polri memberikan pengawalan ekstra kepada para tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei. “Begitu ada informasi, selalu memberikan pengamanan dan pengawalan kepada yang bersangkutan,” imbuh Tito.


Dia juga menjelaskan, Polri telah menangkap semua pelaku yang mendapatkan perintah untuk melaksanakan eksekusi. “Pelaku-pelaku yang disuruh untuk melaksanakan eksekusi, itu tertangkap semua, senjatanya sudah dapat, ada empat,” terangnya.

Sementara itu, orang yang menyuruh para pembunuh bayaran, sementara dikejar petugas. “Kita masih mengembangkan orang yang menyuruh,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, rencana pembunuhan 4 tokoh nasional, gagal total. Itu setelah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar rencana jahat perusuh 21 dan 22 Mei. Enam orang yang terlibatpun ditangkap.

Hal ini diungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Muhammad Iqbal, saat Konferensi Pers, di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019). “Kami kembali mengungkap fakta hukum, bukti-bukti ada pihak ketiga untuk menciptakan martir,” ungkap Iqbal.

Tersangka pertama ditangkap di lobi Hotel Megaria Cikini pada Selasa, 21 Mei 2019. “Tersangka pertama adalah HK. Dia adalah leader sekaligus mencari eksekutor, tapi juga sekaligus eksekutor. Tersangka ini, juga ada pada tanggal 21 Mei. Di tangannya disita senjata api jenis revolver,” terangnya.


Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan enam tersangka. Keenam tersangka itu berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda. 

Beberapa eksekutor yang direkrut, kata dia, diperintahkan untuk membunuh 4 orang tokoh nasional. Dua tokoh nasional diorder pada bulan Maret dan 2 tokoh lagi diorder pada bulan April. Para eksekutor itupun dibayar dengan harga bervariasi. “14 Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang, seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami. TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional, saya tidak sebutkan di depan publik,” ungkapnya.

“12 April 2019 HK mendapat perintah untuk membunuh tokoh nasional. Jadi 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional. Selain permintaan membunuh 4 tokoh nasional, juga ada perintah untuk membunuh satu pimpinan lembaga, swasta, lembaga survei” tambah Iqbal.

Untuk memuluskan rencana itu, para eksekutor sudah beberapa kali melakukan pengintaian dan pemetaan target yang akan dibunuh. “Mereka sudah beberapa kali melakukan pengintaian,” tandas Iqbal.(jurnal6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here