Pusatkan Pengembangan Kelapa di Minsel, Menteri Perindusterian Support Program Bupati Christiany Paruntu

0
325

Amurang, Jurnal6
Upaya Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Eugenia Paruntu, menjadikan Kabupaten ini sebagai sentra pengembangan kelapa di Indonesia, membuahkan hasil. Itu dibuktikan dengan ditetapkannya Kabupaten Minsel sebagai pusat pengembangan kelapa terpadu. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen), Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindusterian, Gati Wibawaningsih, saat pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan IKM Kelapa Terpadu, di Hotel Sutan Raja, Selasa (26/2/2019).

Menurut Gati, sebelumnya, dia tertarik untuk mengembangkan kelapa di Provinsi Gorontalo. Namun, setelah dievaluasi, Minsel memiliki lebih banyak keunggulan. “Awalnya, saya tertarik dengan Gorontalo. Tapi, karena Minsel lebih dekat untuk ekspor ke Filipina, jadi saya lebih memilih Kabupaten Minsel,” ungkap Gati, disambut aplaus ratusan pelaku IKM di Minsel.

Tidak hanya itu, namun keseriusan Bupati Minsel untuk menjadikan daerah ini pusat pengembangan kelapa, membulatkan tekad pemerintahan Joko Widodo memilih Minsel sebagai pusat pengembangan kelapa di Insonesia. “Oleh sebab itu, ide Bupati Minsel membangun sekolah kelapa, saya dukung habis,” tegas Gati.

Perhatian pemerintah pusat terhadap perjuangan Pemkab Minsel, membuat CEP, sapaan bupati dua periode ini lebih bersemangat. “Saya mengucapsyukur kepada Tuhan karena perjuangan kita tidak sia-sia. Dengan ditetapkannya Minsel sebagai pusat pengembangan kelapa, akan membuat nilai ekonomis kelapa dalam mengalami peningkatan,” papar CEP.

Tidak hanya mendukung secara moril, kata CEP, namun Kemenperin membuktikannya dengan menggelontorkan bantuan. “Ada banyak peralatan mesin pengolahan kelapa dan turunannya yang diserahkan Dirjen IKMA, ibu Gati Wibawaningsih. Peralatan itu sudah saya serahkan kepada para pelaku IKM,” terang CEP.

CEP berharap, keberhasilan Pemkab Minsel mendatangkan bantuan pemerintah pusat, dapat diikuti oleh para pelaku IKM dan semua petani kelapa di Minsel. “Ini adalah peluang warga Minsel untuk maju. Manfaatkan program pemerintah pusat ini untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Caranya, dengan terus berinovasi mengembangkan produk kelapa dan turunannya. Sebab, nilai ekonomi kelapa tidak hanya pada produk kopra, namun ada puluhan produk turunan kelapa lain yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi,” jelas CEP.

Produk turunan kelapa dengan nilai ekonomis tingggi itu, kata CEP, di antaranya, Virgin Coconut Oil (VCO), Fiber Coconut Dust (FCD), arang tempurung, minyak konsumsi rumah tangga dan lain sebagainya. “Pengolahan produk turunan kelapa inilah yang akan mengangkat harga kelapa, sehingga kita tidak lagi tergantung dengan harga minyak dunia,” tukasnya.

Dia pun menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian besar kepada rakyat Minsel. “Terima kasih kepada pak Presiden Jokowidodo, Menteri Perindusterian dan Dirjen IKMA ibu Gati Wibawaningsih,” pungkas CEP.(rul mantik/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here