Walikota Bersama Ribuan ASN Bersihkan Lokasi Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

0
137

MANADO,JURNAL6.COM- 
Sebagaimana rutinitas bulanan, Pemerintah Kota Manado menggelar Apel Kerja Perdana Awal Bulan pada setiap Senin Minggu Pertama. Pada kesempatan Senin 4 Februari 2019, Apel Kerja lain dari rutinitasnya. Pasalnya, Walikota Manado GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, mempersiapkan lebih dari 10.000 ASN baik 5.631 PNS dan lebih dari 4000an THL untuk turun ke beberapa titik lokasi untuk membersihkan daerah-daerah terdampak banjir dan tanah longsor, dengan mengambil lokasi briefing di aula kantor walikota.

“Saya sampaikan apresiasi atas dukungan PNS  terhadap program dan kegiatan seperti . Apel kita agak berbeda karena peserta apel dimintakan berpakaian kerja di lapangan. Tadi malam saya dan pak wawali mengambil keputusan, kita semua berbaju tinutuan. Kita ingin membantu warga yang terkena bencana pada Jumat 1 Februari lalu. Bagi yang berseragam kheki, mungkin informasinya tidqk kesampaian,” ujar Lumentut saat mengawali arahan.

Walikota kemudian secara detail menjelaskan posisi dan penyebab 4 warga yg menjadi korban meninggal dunia akibat banjir dan tqnah longsor serta 1 warga yg teridentifikasi meninggal saat membersihkan rumahnya.

“Saya tahu ada 4 warga kita yang korban meninggal. Seorang guru berprestasi SMK 9 di Taas, di Loreng Seorang pemuda hampir 30 tahun, masih bujang yang hendak mengikat perahu untuk dilimas. Yang dua anak kecil, usia 1 tahun 2 bulan di Mahawu dan anak 5 tahun hanyut di Mayondi Kombos Timur. Ada 1 meninggal tapi terpeleset saat membersihkan rumah. Ada banyak keluarga terdampak,” katanya.

Tampil dengan banyak candaan, di pertengahan arahan ketika bicara soal data korban terdampak, nada bicara Ketua Dewan Pembina APEKSI ini mulai serius. “Saya ingatkan pentingnya pengelolaan data karena jika tidak diolah dengan baik sangat berpotensi menimbulkan masalah.  Saat proses pendataan dan penyaluran bantuan banjir bandang lalu, pada data pertama setelah diidentifikasi, ternyata ada yang tidak memenuhi syarat sehingga dikeluarkan dari daftar penerima bantuan. Akibatnya mereka ribut dan menganggap tidak diperjuangkan. Saya minta kali ini, saya minta camat dan lurah terdampak bencana untuk mengawal dan bertanggung jawab. Jangan main-main dengan data dan jangan membeda-bedakan korban terdampak. Kita juga belum tahu apakah ada bantuan atau tidak. Tapi kewajiban kita menyiapkan data seakurat mungkin,” papar Lumentut.

Pada bagian akhir arahannya, Lumentut yang didampingi Wakil Walikota Manado, Mor Dominus Bastiaan, Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat, dan seluruh kepala perangkat daerah, menginstruksikan agar seluruh ASN yang turun membersihkan daerah terdampak agar dapat membantu dengan serius dan ikhlas.

“Saya mohon bantuan kita riil dan serius.  Jangan hanya serius di media sosial seperti facebook, padahal.realita di lapangan tidak ada. Pigi di lapangan, beking Manado jadi bersih ulang, biarlah hari ini torang samua berkotor- kotor,” pungkas Lumentut.(Lipsus/ Onal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here